Aksi Demo 27 Agustus 2026 mulai memadati kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). Bagi masyarakat yang ingin mengetahui situasi terbaru tanpa harus datang ke lokasi, kondisi di sekitar gedung parlemen bisa dipantau melalui CCTV yang tersedia secara daring.
Dua kamera dapat menjadi pilihan untuk melihat perkembangan situasi hari ini. Kamera pertama mengarah ke kawasan depan Gedung DPR/MPR RI sehingga pembaca bisa melihat kondisi massa dan aktivitas di sekitar lokasi aksi.
Link CCTV di Depan Gedung DPR/MPR RI
Sementara itu, kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan Jakarta juga dapat dipantau melalui layanan CCTV Jakarta Smart City. Kamera ini bisa dimanfaatkan untuk melihat kepadatan kendaraan, terutama bagi masyarakat yang berencana melintas di sekitar Senayan dan Jakarta Pusat.
Pantauan CCTV tersebut dapat menjadi informasi tambahan bagi masyarakat sebelum bepergian, mengingat situasi di sekitar lokasi aksi dapat berubah sepanjang hari.
Massa Sudah Berkumpul Sejak Dini Hari
Massa aksi diketahui telah berkumpul di depan Gedung DPR/MPR RI sejak dini hari. Berdasarkan pantauan sekitar pukul 05.40 WIB, peserta aksi didominasi warga Pati, Jawa Tengah, dan pengemudi ojek online (ojol).
Sejumlah peserta terlihat duduk di trotoar maupun badan jalan. Spanduk berisi tuntutan juga dipasang di sekitar gerbang utama DPR RI. Salah satu spanduk yang terlihat membawa pesan, “Rampas Aset Koruptor, Hukum Mati Koruptor”.
Sedikitnya empat kelompok dijadwalkan mengikuti Aksi Demo 27 Agustus di kawasan tersebut, yakni AMPB, AMDB, GERAM, dan RMP4.
AMPB dan AMDB membawa tuntutan terkait RUU Perampasan Aset serta pemberantasan korupsi. Sementara GERAM menyampaikan 10 tuntutan yang mencakup persoalan demokrasi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga ketenagakerjaan.
Berbeda dengan kelompok lainnya, RMP4 hadir untuk mendukung sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), sembari mendorong adanya perbaikan tata kelola.
Belasan Ribu Personel Disiagakan
Untuk mengamankan jalannya Demo, sebanyak 18.504 personel gabungan TNI-Polri disiagakan di sejumlah titik Jakarta Pusat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan pengamanan dibagi menjadi enam zona. Kawasan Gedung DPR/MPR RI yang masuk Ring 1 menjadi salah satu titik utama pengamanan.
Rekayasa lalu lintas juga disiapkan secara situasional apabila terjadi kepadatan di sekitar lokasi. Pengendara yang melintas di kawasan tersebut diminta mengikuti arahan petugas dan menggunakan jalur alternatif jika diperlukan.
Dengan adanya pengamanan dan potensi perubahan kondisi lalu lintas, masyarakat yang tidak berkepentingan ke lokasi aksi dapat memantau situasi terlebih dahulu melalui dua CCTV di atas sebelum menentukan perjalanan.

Leave a Reply