Netherlands mengalami gangguan besar pada layanan transportasi publik setelah operator kereta nasional Nederlandse Spoorwegen (NS) menghentikan sementara operasional kereta pada Rabu, 24 Juni 2026 pagi.
Penghentian layanan ini dipicu aksi mogok kerja nasional yang dilakukan para pekerja transportasi umum sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah.
Dalam pengumuman resminya, NS menyatakan tidak ada kereta yang beroperasi di seluruh wilayah Belanda pada pukul 04.00 hingga 08.00 waktu setempat.
Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas perjalanan pagi hari terganggu, terutama bagi pekerja dan komuter yang bergantung pada transportasi kereta untuk mobilitas harian.
Aksi mogok ini digerakkan oleh Federatie Nederlandse Vakbeweging (FNV), federasi serikat pekerja terbesar di Belanda.
FNV menolak rencana pemerintah yang ingin memangkas anggaran jaminan sosial. Serikat pekerja menilai kebijakan tersebut berpotensi merugikan masyarakat, khususnya kalangan pekerja dan penerima manfaat sosial.
Sejumlah tuntutan menjadi fokus utama protes. FNV mendesak pemerintah membatalkan rencana pengurangan tunjangan pengangguran dan tunjangan disabilitas, menolak pemangkasan batas upah harian maksimum, serta meminta penghentian rencana percepatan kenaikan usia pensiun.
Menurut mereka, kebijakan tersebut akan semakin membebani pekerja di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat.
Tidak hanya sektor transportasi, mogok kerja juga melibatkan pekerja layanan publik lainnya, termasuk petugas kebersihan.
Hal ini berpotensi memperluas dampak gangguan di berbagai fasilitas umum. Operator kereta bahkan meminta penumpang untuk mengantisipasi keterlambatan dan menyesuaikan rencana perjalanan.
Aksi mogok nasional ini menandai meningkatnya ketegangan antara pemerintah dan kelompok buruh di Netherlands.
Jika negosiasi tidak menghasilkan solusi, protes lanjutan berpotensi terjadi dan dapat memperparah gangguan terhadap layanan publik di negara tersebut.

Leave a Reply